<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Sampaikanlah Walau Satu Ayat</title>
	<atom:link href="http://talazoft.blog.usu.ac.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id</link>
	<description>Sampaikanlah pengetahuanmu tentang sesuatu walaupun hanya sedikit, insya ALLAH ilmu yang engkau sampaikan akan bertambah</description>
	<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 03:51:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>18 Tingkatan Manusia di Akhirat</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/08/14/18-tingkatan-manusia-di-akhirat/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/08/14/18-tingkatan-manusia-di-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 03:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Ijtihad Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, tentang tingkatan dan kedudukan manusia di akhirat, sebagai sarana muhasabah bagi setiap manusia yang merindukan surga..

- Peringkat pertama : Ulul Azmi, mereka adalah Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw, mereka adalah penghuni paling atas (peringkat tertinggi) dan syafa’at berputar pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah Ijtihad Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, tentang tingkatan dan kedudukan manusia di akhirat, sebagai sarana muhasabah bagi setiap manusia yang merindukan surga..<br />
<span id="more-259"></span></p>
<p>- <strong>Peringkat pertama</strong> : Ulul Azmi, mereka adalah Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Isa as dan Nabi Muhammad saw, mereka adalah penghuni paling atas (peringkat tertinggi) dan syafa’at berputar pada mereka hingga mereka menyerahkannya pada penutup para Nabi dan Rasul Nabi Muhammad saw.</p>
<p>- <strong>Peringkat kedua</strong> : Nabi dan Rasul yaitu nabi dan rasul selain Ulul Azmi ; Nabi Adam as, Nabi Idris as, Nabi Hud as, Nabi Luth as, Nabi Shalih as, Nabi Ismail as, Nabi Ishaq as,  Nabi Yaqup as, Nabi Yusuf as, Nabi Syu’aib as, Nabi Harun as, Nabi Yunus as, Nabi Ayub as, Nabi Dzulkifli as, Nabi Ilyas as, Nabi Ilyasa as, Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as, Nabi Zakaria as dan Nabi Yahya as. Peringkat mereka berdasarkan keutamaan mereka.</p>
<p>- <strong>Peringkat ketiga</strong> : Para nabi yang tidak tercantum dalam Al-Qur’an, mereka memiliki nubuwwah (kenabian) tapi tidak memiliki risalah karena tidak diutus kepada satu ummat, Allah swt mengutamakan mereka dengan mengutus malaikat kepada mereka, jumlah mereka dalam riwayat Abu Dzar ada 100ribuan lebih.</p>
<p>- <strong>Peringkat keempat</strong> : Pewaris para rasul dan pengganti mereka dimasing-masing ummatnya.  Mereka adalah pengganti rasul, wali rasul,  orang-orang pilihan rasul, penjaga rasul dan kelompok yang dijamin selalu berada dalam kebenaran (sahabat) QS An Nisa : 69</p>
<p>- <strong>Peringkat kelima</strong> : Para pemimpin yang adil. Mereka adalah 1 dari 7 golongan yang akan mendapat perlindungan. Sabda Rasul : Sesungguhnya orang yang adil berada pada mimbar-mimbar dari cahaya pada hari kiamat disebelah kanan Ar-Rahman, dan kedua tangannya adalah kanan, yaitu mereka yang adil dalam pemerintahannya, keluarganya dan jabatan yang diamanahkan kepada mereka –HR Muslim-</p>
<p>- <strong>Peringkat keenam</strong> : Mujahidin, mereka adalah orang-orang yang berjuang dijalan Allah swt QS At Taubah : 120</p>
<p>- <strong>Peringkat ketujuh</strong> : Ahlul Itsar, mereka adalah orang-orang yang senantiasa mendahulukan kepentingan orang lain, bershadaqah dan berlaku baik kepada manusia sesuai dengan kemashlahatan orang yang dibantunya QS 2 : 261,  2 : 274, 57 : 11</p>
<p>- <strong>Peringkat kedelapan</strong> : Orang-orang yang Allah swt bukakan pintu-pintu kebaikan yang banyak. Mereka adalah orang yang disamping mengerjakan shalat, puasa, haji, tilawah, I’tikaf, dzikir dll. Mereka juga sangat serius dalam meningkatan buku catatan amal perbuatan mereka, seperti amal jariyah yang akan terus mengalir kepadanya walaupun ia telah kembali ke sisi Allah azza wa jalla</p>
<p>- <strong>Peringkat kesembilan</strong> : Ahlul Najat, mereka adalah orang-orang yang hanya sebatas mengerjakan perintah yang wajib dari Allah swt. Dan meninggalkan larangan-larangan Allah swt. QS An Nisa : 31</p>
<p>- <strong>Peringkat kesepuluh</strong> : Orang yang mendapatkan karunia taubat dari Allah swt sebelum kematiannya, mereka adalah orang-orang yang telah menzalimi diri dengan dosa-dosa besar namun mereka menutup kehidupannya dengan taubatan nashuha. QS Maryam : 60</p>
<p>- <strong>Peringkat kesebelas</strong> : Orang sekali waktu berbuat kebaikan, tapi diwaktu yang lain berbuat kejahatan. Mereka adalah orang-orang yang belum sempat bertaubat dari dosa dan kemaksiatan yang diperbuatnya, akan tetapi setelah ditimbang dosanya lebih ringan dari dari amal kebaikannya sehingga Allah swt memasukkannya ke surga QS Al A’raaf : 8-9</p>
<p>- <strong>Peringkat keduabelas</strong> : Orang amal kebaikannya berimbang dengan keburukannya, mereka adalah orang yang terakhir masuk surga dari kelompok yang tidak api neraka, selama penantian mereka berada di Al A’raaf (antara surga dan neraka) QS Al A’raaf : 46-47</p>
<p>- <strong>Peringkat ketigabelas</strong> : Kelompok yang penuh dengan kemaksiatan dan sangat ringan timbangan amal kebaikannya. Mereka adalah orang yang akan masuk surga namun harus merasakan adzab neraka disebabkan kemaksiatan mereka yang sangat banyak, kemudian mereka mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad saw dan masuk kedalam surga</p>
<p>- <strong>Peringkat keempatbelas</strong> : Kelompok manusia yang tidak memiliki keimanan, tidak juga ketaatan, tidak kemaksiatan dan tidak pula amal shalih. Mereka adalah orang gila, yang tidak sampai dakwah kepada mereka, orang tuli dan anak-anak orang musyrik yang meninggal waktu kecil</p>
<p>- <strong>Peringkat kelimabelas sampai dengan kedelapanbelas</strong> :<br />
Orang munafik zindik, pemimpin kafir, para pengikut kekafiran, golongan jin yang kafir. Mereka adalah makhluk yang kekal didalam neraka Allah swt, karena keingkaran mereka dan penolakan mereka terhadap agama Allah swt. QS Al A’raaf : 38, Al Baqarah : 166-167, Al Hadid  : 13-14</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/08/14/18-tingkatan-manusia-di-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>22 vs 1</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/08/12/22-vs-1/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/08/12/22-vs-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 06:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di  Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah  berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain  belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia  berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di  Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah  berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain  belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia  berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab,  dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.<br />
<span id="more-256"></span><br />
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di  Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung  tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.  Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda  itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk  di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.</p>
<p>Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan  penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak  terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, &#8220;Di tengah  kita ada seorang muslim. Aku berharap ia keluar dari sini.&#8221; Pemuda Arab  itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan  perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari  tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, &#8220;Aku minta ia keluar  dari sini dan aku menjamin keselamatannya.&#8221; Barulah pemuda ini beranjak  keluar. Dia ambang pintu ia bertanya kepada Sang Pendeta, &#8220;Bagaimana  anda tahu bahwa saya seorang muslim?&#8221; Pendeta itu menjawab, &#8220;Dari tanda  yang terdapat di wajahmu.&#8221; Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun  Sang Pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan  mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda  tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun  menerima tantangan debat tersebut. Sang Pendeta berkata, &#8220;Aku akan  mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan  tepat.&#8221; Si pemuda tersenyum dan berkata, &#8220;Silakan!&#8221;</p>
<p>Sang Pendeta pun mulai bertanya,<br />
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,<br />
2. Dua yang tiada tiganya,<br />
3. Tiga yang tiada empatnya,<br />
4. Empat yang tiada yang limanya,<br />
5. Lima yang tiada enamnya,<br />
6. Enam yang tiada tujuhnya,<br />
7. Tujuh yang tiada delapannya,<br />
8. Delapan yang tiada sembilannya,<br />
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya,<br />
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,<br />
11. Sebelas yang tiada dua belasnya,<br />
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya,<br />
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya,<br />
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas nemun tidak mempunyai ruh!<br />
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?<br />
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke surga?<br />
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?<br />
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!<br />
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api  dan siapakan yang terpelihara dari api?<br />
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu  dan siapakah yang terpelihara dari batu?<br />
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!<br />
22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30  daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan 2 di bawah  sinaran matahari?</p>
<p>Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman  mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,<br />
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.<br />
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang, Allah SWT berfirman,  &#8220;Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).&#8221;  (Al-Isra&#8217;: 12).<br />
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa  ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan  ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.<br />
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur&#8217;an.<br />
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.<br />
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT  menciptakan makhluk.<br />
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT  berfirman, &#8220;Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu  sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu  yang tidak seimbang.&#8221; (Al-Mulk: 3).<br />
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy Ar-Rahman.  Allah SWT berfirman, &#8220;Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru  langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung &#8216;Arsy Rabbmu  di atas kepala mereka.&#8221; (Al-Haqah: 17).<br />
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mukjizat yang diberikan kepada  nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik,  katak, darah, kutu dan belalang<br />
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT  berfirman, &#8220;Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali  lipat.&#8221; (Al-An&#8217;am: 160).<br />
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.<br />
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mukjizat Nabi Musa yang  terdapat dalam firman Allah, &#8220;Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air  untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, &#8216;Pukullah batu itu dengan  tongkatmu.&#8217; Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.&#8221;  (Al-Baqarah: 60).<br />
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf  ditambah ayah dan ibunya.<br />
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu  Subuh. Allah SWT berfirman, &#8220;Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai  menyingsing.&#8221; (At-Takwir: 18).<br />
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.<br />
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah  saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,  &#8220;Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami  tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan  serigala.&#8221; Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,  &#8220;Tak ada cercaan terhadap kalian&#8221; Dan ayah mereka Ya&#8217;qub berkata, &#8220;Aku  akan memohonkan ampun kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;<br />
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara  keledai. Allah SWT berfirman, &#8220;Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah  suara keledai.&#8221; (Luqman: 19).<br />
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam,  malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.<br />
19. Makhluk yang dciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan  api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.  Allah SWT berfirman, &#8220;Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.&#8221;  (Al-Anbiya: ).<br />
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta nabi Shalih, yang diadzab  dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu  adalah Ash-Habul Kahfi (penghuni gua).<br />
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu  daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, &#8220;Sesungguhnya tipu daya kaum  wanita itu sangatlah besar.&#8221; (Yusuf: 28).<br />
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting, mempunyai 30 daun, setiap  daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan 2 di bawah sinaran  matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah  hari dan buahnya adalah shalat lima waktu, tiga dikerjakan di malam  hari dan dua di siang hari.</p>
<p>Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim  tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. namun ia  mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu  pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh Sang Pendeta.</p>
<p>Pemuda ini berkata, &#8220;Apakah kunci surga itu?&#8221; Mendengar pertanyaan itu  lidah Sang Pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona  wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya namun  hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya  agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.</p>
<p>Mereka berkata, &#8220;Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan  semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun  anda tidak mampu menjawabnya!&#8221;</p>
<p>Pendeta tersebut berkata, &#8220;Sungguh aku mengetahui jawaban dari  pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Mereka menjawab, &#8220;Kami akan menjamin keselamatan anda.&#8221; Sang Pendeta  pun berkata, &#8220;jawabannya ialah Asyhadu alla Illaaha Illallaah wa Asyhadu  anna Muhammadar Rasulullah.&#8221;</p>
<p>Lantas Sang Pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk  agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga  mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.</p>
<p>Kisah nyata ini diambil dari mausu&#8217;ah Al-Qishash Al-Waqi&#8217;ah melalui  internet, <a href="http://www.gesah.net/" target="_blank">www.gesah.net</a>.  Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui  bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan  akan menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akhirat.  Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan  cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya.</p>
<p>Sebagaimana disebutkan dalam Al-quran pada Surat Al-Maidah ayat 3,  artinya : &#8220;Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk  (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan  takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu  agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai  Islam itu jadi agama bagimu.&#8221;</p>
<p>Semoga Allah SWT  memberikan hidayah kepada mereka yang mau berpikir. Amiin&#8230;</p>
<p>sumber: <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4942645">kaskus.us</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/08/12/22-vs-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) ternyata muslim ia adalah ulama yang jago kungfu</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/07/20/wong-fei-hung-faisal-hussein-wong/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/07/20/wong-fei-hung-faisal-hussein-wong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 07:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu  dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei  Hung diperankan oleh aktor terkenal Hongkong, Jet Li. Namun siapakah  sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, ahli Pengobatan, dan ahli beladiri  legendaris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu  dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei  Hung diperankan oleh aktor terkenal Hongkong, Jet Li. Namun siapakah  sebenarnya Wong Fei Hung?<span id="more-253"></span></p>
<p>Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, ahli Pengobatan, dan ahli beladiri  legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh  pemerintah China. Namun pemerintah China sering berupaya mengaburkan  jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi  kekuasaan Komunis di China.</p>
<p>Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari  keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek  Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga  merupakan dialek<br />
Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan,  namanya ialah Faisal Hussein Wong.</p>
<p>Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu  pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok  (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi  Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama  yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong  Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan  Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya  kepada Wong Fei Hung.</p>
<p>Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik  beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim  membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan  tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat  menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.</p>
<p>Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya  berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan.  Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang  dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam  membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa  pamrih.</p>
<p>Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah  melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti  Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang  memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya  Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama  Islam.</p>
<p>Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk  Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang  kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung  sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris.  Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan  dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah  seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan  pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.</p>
<p>Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir  mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang  kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak  meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris,  Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil  mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.</p>
<p>Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada  ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli  pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya  menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi  ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien  yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.  Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan  bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung  dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya  memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan  pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena  ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.</p>
<p>Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai  cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan  mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya  meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong  Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu  dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli  beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga  akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus  perempuan di perguruan suaminya.</p>
<p>Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina,  khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela  kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan  mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin,  akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang  dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang  membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan  hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid.  Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala  dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim  yang hidup setelahnya. Amin</p>
<p>sumber: <a href="http://ustazfata.blogspot.com/2010/01/wong-fei-hung-faisal-hussein-wong.html">http://ustazfata.blogspot.com/2010/01/wong-fei-hung-faisal-hussein-wong.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/07/20/wong-fei-hung-faisal-hussein-wong/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>4 Amalan Kecil yang Berpahala Besar</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/06/25/4-amalan-kecil-yang-berpahala-besar/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/06/25/4-amalan-kecil-yang-berpahala-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 02:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[1. Ucapan Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa &#8216;alaa kulli syai&#8217;in qadiir 100 X(Tiada tuhan selain Allah yang pantas disembah, tiada sekutu baginya, baginya-lah seluruh kerajaan, dan baginya-lah seluruh pujian. Dan dialah yang mahakuasa di atas segala sesuatunya)Maka kalimat itu baginya seratus kebaikan dihapuskan baginya seratus kejelekan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Ucapan Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa &#8216;alaa kulli syai&#8217;in qadiir 100 X(Tiada tuhan selain Allah yang pantas disembah, tiada sekutu baginya, baginya-lah seluruh kerajaan, dan baginya-lah seluruh pujian. Dan dialah yang mahakuasa di atas segala sesuatunya)Maka kalimat itu baginya seratus kebaikan dihapuskan baginya seratus kejelekan dan seperti membebaskan sepuluh orang budak<span id="more-250"></span><br />
2. Dzikir setelah shalat, MENGUCAPKAN subhanallah (maha suci Allah ) 33X, Alhamdulillah(Segala puji bagi Allah) 33X, serta Allahuakbar (Allah maha besar) 33X, lalu ditutup dengan ucapan Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa &#8216;alaa kulli syai&#8217;in qadiir (Tiada tuhan selain Allah yang pantas disembah, tiada sekutu baginya, baginya-lah seluruh kerajaan, dan baginya-lah seluruh pujian. Dan dialah yang mahakuasa di atas segala sesuatunya)1X. maka dengan itu genap 100 kalimatMaka akan diampuni dosanya walaupun dosanya itu sebanyak bilangan buih di lautan.<br />
3. Membangun masjid atau ikut serta dalam pembangunannya. (misalnya juragan amal buat pembangunan masjid)Maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga.<br />
4. Menyingkirkan duri di jalan. Rasulullah SAW. bersabda : &#8220;sungguh, aku melihat sesorang yang bebas berlarian di surga karena pada hidupnya di dunia ia hanya memotong dan menyingkirkan pohon di jalan karena menggangu orang-orang melintas&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/06/25/4-amalan-kecil-yang-berpahala-besar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/06/02/dialog-rasulullah-saw-dengan-iblis/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/06/02/dialog-rasulullah-saw-dengan-iblis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 08:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata :  ” Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari  golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari  luar : “ Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk,  karena kalian membutuhkanku ”. Rasulullah SAW [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata :  ” Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari  golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari  luar : “ Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk,  karena kalian membutuhkanku ”. Rasulullah SAW bertanya kepada para  sahabat :” Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?”. Para sahabat  menjawab , ” Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui ”. Rasulullah  berkata : “ Dia adalah Iblis yang terkutuk – semoga Allah senantiasa  melaknatnya”. Umar bin Khattab r.a. berkata :” Ya, Rasulullah, apakah  engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?”. Nabi SAW berkata pelan :”  Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk  mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan ?.  Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan  Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan  dia sampaikan kepada kalian ! ”.</p>
<p><span id="more-247"></span></p>
<p>Ibnu Abbas berkata : “ Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis masuk ke  tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka  dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut  yang panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya memanjang ,  kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya  memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan  / kerbau . Dia berkata, “ Assalamu ‘alaika ya Muhammad, assalamu  ‘alaikum ya jamaa’atal-muslimin ”. Nabi SAW menjawab :” Assamu lillah ya  la’iin AKU telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa  keperluanmu wahai Iblis”.<br />
Iblis berkata :” Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku  sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa .”</p>
<p>Nabi SAW berkata :” Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini,  wahai terlaknat?”.<br />
Iblis berkata,” Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang  Maha Agung, ia berkata kepada-ku ‘Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu  untuk datang kepada Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja.  Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan  rekayasamu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu  mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan  kepa-damu’. Allah SWT bersabda,” Demi kemulia-an dan keagungan-Ku, jika  engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku  jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu  karena bencana yang menimpamu”. Wahai Muhammad, sekarang aku datang  kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau  inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan  kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku.  Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku yang  menimpa diriku”.</p>
<p>Rasulullah kemudian mulai bertanya :” Jika kamu jujur, beritahukanlah  kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?”.<br />
Iblis menjawab :” Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq Allah  yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu”.</p>
<p>Rasulullah SAW :” Siapa lagi yang kamu benci?”.<br />
Iblis :” Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah  SWT”.</p>
<p>Rasulullah :” Lalu siapa lagi ?”.<br />
Iblis :” Orang Alim dan Wara yang saya tahu, lagi penyabar”.</p>
<p>Rasulullah :” Lalu, siapa lagi ?”.<br />
Iblis :” Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari  kotoran”.</p>
<p>Rasulullah :” Lalu, siapa lagi ?”.<br />
Iblis :” Orang miskin yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya  kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya “.</p>
<p>Rasulullah :” Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?”.<br />
Iblis :” Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada  makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke  dalam golongan orang-orang yang sabar “.</p>
<p>Rasulullah :” Lalu, siapa lagi ?”.<br />
Iblis :” Orang kaya yang bersyukur “.</p>
<p>Rasulullah bertanya :” Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?”.<br />
Iblis :” Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya pada  tempat yang halal”.</p>
<p>Rassulullah :”Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?”.<br />
Iblis :”Aku merasa panas dan gemetar”.</p>
<p>Rasulullah :”Kenapa, wahai terlaknat?”.<br />
Iblis :” Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali  sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat”. Rassulullah  :”Jika mereka shaum ?”.<br />
Iblis : ” Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa”.</p>
<p>Rasulullah :” Jika mereka menunaikan haji ?”.<br />
Iblis :” Saya menjadi gila”.</p>
<p>Rasulullah :”Jika mereka membaca Al Qur’an ?’.<br />
Iblis :’ Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api”.</p>
<p>Rasulullah :” Jika mereka berzakat ?”.<br />
Iblis :” Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji / kapak  dan memotongku menjadi dua”.</p>
<p>Rasulullah :” Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?”.<br />
Iblis :” Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan  menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang bezakat  disenangi makhluq-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai  penghalang antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat,  Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya”.</p>
<p>Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?”.<br />
Iblis :” Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku,  bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam”.</p>
<p>Rasulullah :” Apa pendapatmu tentang Umar ?”.<br />
Iblis :” Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari  darinya”.</p>
<p>Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Utsman ?”.<br />
Iblis :” Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya”.</p>
<p>sumber: <a href="http://cybersalma.cybermq.com/post/detail/11228/dialog-nabi-muhammad-saw-dengan-iblis">cybersalma.cybermq.com/&#8230;.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/06/02/dialog-rasulullah-saw-dengan-iblis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Senyum Para Syuhada Gaza</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/06/02/senyum-para-syuhada-gaza/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/06/02/senyum-para-syuhada-gaza/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 07:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Alangkah agungnya seorang yang syahid. Di akhirat ia memperoleh  kebesaran luar biasa. Dia tidak meninggalkan dunia ini kecuali dengan  barisan yang mulia. Manusia menangis, sedangkan syahid tersenyum.
Kegembiraan melihat tempat tinggalnya di surga menyunggingkan senyum di  bibir sang syahid, seperti yang kita lihat para Syuhada Gaza berikut  ini:









GAZA
Gaza, itulah nama hamparan tanah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alangkah agungnya seorang yang syahid. Di akhirat ia memperoleh  kebesaran luar biasa. Dia tidak meninggalkan dunia ini kecuali dengan  barisan yang mulia. Manusia menangis, sedangkan syahid tersenyum.</p>
<p>Kegembiraan melihat tempat tinggalnya di surga menyunggingkan senyum di  bibir sang syahid, seperti yang kita lihat para Syuhada Gaza berikut  ini:</p>
<p><span id="more-242"></span></p>
<p><img src="http://3.bp.blogspot.com/_ElWPx7SoX8U/SdeaHZAYIrI/AAAAAAAAASc/CTO3zT-h8IQ/s320/mtqr6t.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://4.bp.blogspot.com/_ElWPx7SoX8U/SdeaizybvZI/AAAAAAAAASk/NAwhUg_0qjM/s320/2wppmv9.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://1.bp.blogspot.com/_ElWPx7SoX8U/Sdea0s1JlwI/AAAAAAAAASs/BNOKrfsMl0U/s320/fe4gv8.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://1.bp.blogspot.com/_ElWPx7SoX8U/SdebHvm9TXI/AAAAAAAAAS0/-uWmDjVdUWE/s320/142bp91.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://2.bp.blogspot.com/_ElWPx7SoX8U/SdebP3vF3UI/AAAAAAAAAS8/2wBs4cersbs/s320/2hxnmmw.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://3.bp.blogspot.com/_ElWPx7SoX8U/SdebW4ie7tI/AAAAAAAAATE/jnq1r4s3RhM/s320/2zzq9mh.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://2.bp.blogspot.com/_ElWPx7SoX8U/SdebcTprKvI/AAAAAAAAATM/ws_cQWULWXo/s320/2znqst0.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p><img src="http://4.bp.blogspot.com/_ElWPx7SoX8U/SdebirIIKhI/AAAAAAAAATU/V2HtVwW56EY/s320/2vsffxt.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>GAZA</p>
<p>Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km  persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di  antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut  Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.</p>
<p>Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan  menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.</p>
<p>Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini.  Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan  makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga  kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas  penjajahan Zionis semakin menguat.</p>
<p>Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak  27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan  ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.</p>
<p>Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di  dunia ini harus mundur dari Gaza.</p>
<p>Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau,  serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para  mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang  didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi  pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom  canggih” buatan Amerika Serikat.</p>
<p>Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin  mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka  tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.</p>
<p>Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para  pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain”  yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para  syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran,  telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan  disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.</p>
<p>MEREKA SAUDARA KITA</p>
<p>sumber: <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4276659">kaskus.us</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/06/02/senyum-para-syuhada-gaza/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Api di dasar laut</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/21/api-di-dasar-laut/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/21/api-di-dasar-laut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 14:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa waktu lalu ada fenomena aneh yaitu sungai dibawah laut , kali ini keajaiban di luar logika terjadi di kepulauan hawaii. sebuah kobaran api di dalam laut disebabkan oleh reetakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava, dan lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya melebihi dari 1000 derajat Celcius . Meskipun suhu lava tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa waktu lalu ada fenomena aneh yaitu sungai dibawah laut , kali ini keajaiban di luar logika terjadi di kepulauan hawaii. sebuah kobaran api di dalam laut disebabkan oleh reetakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava, dan lava ini menyebabkan air mendidih hingga suhunya melebihi dari 1000 derajat Celcius . Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, hal itu tidak membuat air laut menguap, dan walaupun air laut ini berlimpah ruah, namun tidak bisa memadam kan api.<span id="more-237"></span></p>
<div><img src="http://www.isdaryanto.com/wp-content/uploads/2010/04/api-di-dalam-laut.jpg" border="0" alt="" /></div>
<p>Nabi SAW bersabda:Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan.?</p>
<p>ULASAN HADIS DIATAS</p>
<p>Hadis ini sangat sesuai dengan sumpah Allah SWT yang dilansir oleh Al-quran pada permulaan Surah Ath-Thur, dimana Allah bersumpah (Maha Besar Allah yang tidak membutuhkan sumpah apapun demi lautan yang di dalam tanahnya ada api (Al-Bahr Al-Masjur). Sumpahnya:<br />
&#8220;Demi bukit, dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma?mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya.?&#8221; (QS. Ath-Thur (52):1-8)</p>
<p>Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-quran tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab (kala itu) hanya mengenal makna sajara sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi mereka, panas dan air adalah sesuatu yang bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya?</p>
<p>Persepsi demikan mendorong mereka untuk menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung dengan firman Allah SWT yang terdapat dalam surah At-Takwir:<br />
Dan apabila lautan dipanaskan.? (QS. At-Takwir (81):6)</p>
<p>Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).</p>
<p>Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan arti bahasa kata kerja sajara selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata sajara, yaitu mala?a dan kaffa (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan arti baru ini karena makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.</p>
<p>Namun, hadis Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.</p>
<p>Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai ?gunung-gunung tengah samudera?.</p>
<p>Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besarterdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar. Jaring retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan.sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.</p>
<p>Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000 derajat Celcius. Batuan-batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan ?fenomena perluasan dasar laut dan samudera?. Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.</p>
<p>Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panaspun tidak mempu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas.</p>
<p>Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut inipun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.</p>
<p>Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorangpun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kntemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.</p>
<p>Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam pisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.</p>
<p>Dari sini tampaklah kehebatan hadis Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda:</p>
<p>Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.</p>
<p>Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadis Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahui oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:</p>
<p>Dan tiadalah yang diucapkannya itu [Al Qur?an] menurut kemauan hawa nafsunya. (3)Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan [kepadanya], (4) yang diajarkan kepadanya oleh [Jibril] yang sangat kuat, (5) Yang mempunyai akal yang cerdas; dan [Jibril itu] menampakkan diri dengan rupa yang asli, (6) sedang dia berada di ufuk yang tinggi. (7) Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, (8)maka jadilah dia dekat [pada Muhammad sejarak] dua ujung busur panah atau lebih dekat [lagi]. (9) Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya [Muhammad] apa yang telah Allah wahyukan. (10) (QS. An-Najm (53):3-10)</p>
<p>Tidak seorangpun di muka bumi ini yang mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada beberapa dekade terakhir. Sehingga lontaran fakta ini dalam hadis Rasulullah SAW benar-benar merupakan kemukjizatan dan saksi yang menegaskan kenabian Muhammad SAW dan kesempurnaan kerasulannya.<br />
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.</p>
<p>sumber: <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4175501">kaskus.us</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/21/api-di-dasar-laut/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan takut jadi orang aneh</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/15/jangan-takut-jadi-orang-aneh/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/15/jangan-takut-jadi-orang-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 06:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dunia memang aneh&#8221;, Gumam Pak Ustadz
&#8220;Apanya yang aneh Pak?&#8221; Tanya Penulis yang fakir ini..
&#8220;Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia
menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan,
sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku
menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa&#8221;
&#8220;Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan
pakaian yang paling bagus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Dunia memang aneh&#8221;, Gumam Pak Ustadz</p>
<p>&#8220;Apanya yang aneh Pak?&#8221; Tanya Penulis yang fakir ini..</p>
<p>&#8220;Tidakkah antum (kamu/anda) perhatikan di sekeliling antum, bahwa dunia<br />
menjadi terbolak-balik, tuntunan jadi tontonan, tontonan jadi tuntunan,<br />
sesuatu yang wajar dan seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku<br />
menyimpang dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa&#8221;<span id="more-234"></span></p>
<p>&#8220;Coba antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum ke masjid, kenakan<br />
pakaian yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi, pakai<br />
sorban, lalu antum berjalan kemari, nanti antum ceritakan apa yang antum<br />
alami&#8221; Kata Pak Ustadz.</p>
<p>Tanpa<br />
banyak tanya, penulis melakukan apa yang diperintahkan Pak Ustadz,<br />
menjelang maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan pakaian dan wewangian<br />
dan berjalan menunju masjid yang berjarak sekitar 200 M dari rumah.</p>
<p>Belum setengah perjalanan, penulis berpapasan dengan seorang ibu muda yang<br />
sedang jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya&#8221;</p>
<p>&#8220;Aduh, tumben nih rapi banget, kayak pak ustadz. Mau ke mana, sih?&#8221; Tanya<br />
ibu muda itu.</p>
<p>Sekilas pertanyaan tadi biasa saja, karena memang kami saling kenal, tapi<br />
ketika dikaitkan dengan ucapan Pak Ustadz di atas, menjadi sesuatu yang<br />
lain rasanya&#8230;</p>
<p>&#8220;Kenapa orang yang hendak pergi ke masjid dengan pakaian rapi dan memang<br />
semestinya seperti itu dibilang &#8220;tumben&#8221;?</p>
<p>Kenapa justru orang yang jalan-jalan dan memberi makan anaknya di tengah<br />
jalan, di tengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa saja?</p>
<p>Kenapa orang ke masjid dianggap aneh?</p>
<p>Orang yang pergi<br />
ke masjid akan terasa &#8220;aneh&#8221; ketika orang-orang lain<br />
justru tengah asik nonton reality show &#8220;TAKE ME OUT&#8221;.</p>
<p>Orang ke masjid akan terasa &#8220;aneh&#8221; ketika melalui kerumunan orang-orang<br />
yang sedang ngobrol di pinggir jalan dengan suara lantang seolah meningkahi<br />
suara panggilan adzan.</p>
<p>Orang ke masjid terasa &#8220;aneh&#8221; ketika orang lebih sibuk mencuci motor dan<br />
mobilnya yang kotor karena kehujanan.</p>
<p>Ketika hal itu penulis ceritakan ke Pak Ustadz, beliau hanya tersenyum,<br />
&#8220;Kamu akan banyak menjumpai &#8220;keanehan-keanehan&#8221; lain di sekitarmu,&#8221; kata<br />
Pak Ustadz.</p>
<p>&#8220;Keanehan-keanehan&#8221; di sekitar kita?</p>
<p>Cobalah ketika kita datang ke kantor, kita lakukan shalat sunah dhuha,<br />
pasti akan nampak &#8220;aneh&#8221; di tengah orang-orang yang sibuk sarapan, baca<br />
koran dan mengobrol.</p>
<p>Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa &#8220;aneh&#8221;,<br />
karena masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh di<br />
tengah-tengah<br />
sebuah lingkungan dan teman yang biasa shalat di akhir waktu.</p>
<p>Cobalah berdzikir atau tadabur al Qur&#8217;an ba&#8217;da shalat, akan terasa aneh di<br />
tengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau sebelum shalat. Dan<br />
makin terasa aneh ketika lampu mushola/masjid harus dimatikan agar tidurnya<br />
nyaman dan tidak silau. Orang yang mau shalat malah serasa menumpang di<br />
tempat orang tidur, bukan malah sebaliknya, yang tidur itu justru menumpang<br />
di tempat shalat. Aneh, bukan?</p>
<p>Cobalah hari ini shalat Jum&#8217;at lebih awal, akan terasa aneh, karena masjid<br />
masih kosong, dan baru akan terisi penuh manakala khutbah ke dua menjelang<br />
selesai.</p>
<p>Cobalah anda kirim artikel atau tulisan yang berisi nasehat, akan terasa<br />
aneh di tengah-tengah kiriman e-mail yang berisi humor, plesetan, asal<br />
nimbrung, atau sekedar gue, elu, gue, elu, dan test..test, test<br />
saja.</p>
<p>Cobalah baca artikel atau tulisan yang berisi nasehat atau hadits, atau<br />
ayat al Qur&#8217;an, pasti akan terasa aneh di tengah orang-orang yang membaca<br />
artikel-artikel lelucon, lawakan yang tak lucu, berita hot atau lainnya.</p>
<p>Dan masih banyak keanehan-keanehan lainnya, tapi sekali lagi jangan takut<br />
menjadi orang &#8220;aneh&#8221; selama keanehan kita sesuai dengan tuntunan syari&#8217;at<br />
dan tata nilai serta norma yang benar.</p>
<p>Jangan takut dibilang &#8220;tumben&#8221; ketika kita pergi ke masjid, dengan pakaian<br />
rapi, karena itulah yang benar yang sesuai dengan al Qur&#8217;an (Al A&#8217;raf:31)</p>
<p>Jangan takut dikatakan &#8220;sok alim&#8221; ketika kita lakukan shalat dhuha di<br />
kantor, wong itu yang lebih baik kok, dari sekedar ngobrol ngalor-ngidul<br />
tak karuan.</p>
<p>Jangan takut dikatakan &#8220;Sok Rajin&#8221; ketika kita shalat tepat pada<br />
waktunya,<br />
karena memang shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya<br />
terhadap orang-orang beriman.</p>
<p>&#8220;Maka apabila kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu<br />
berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.. Kemudian apabila kamu Telah<br />
merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya<br />
shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang<br />
beriman.&#8221; (Annisaa:103)</p>
<p>Jangan takut untuk shalat Jum&#8217;at/shalat berjama&#8217;ah berada di shaf terdepan,<br />
karena perintahnya pun bersegeralah. Karena di shaf terdepan itu ada<br />
kemuliaan sehingga di jaman Nabi Salallahu&#8217;alaihi wassalam para sahabat<br />
bisa bertengkar cuma gara-gara memperebutkan berada di shaf depan.</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum&#8217;at,<br />
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli<br />
[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui&#8221;. (Al<br />
Jumu&#8217;ah:9)</p>
<p>Jangan takut kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al Qur&#8217;an,<br />
karena itu adalah sebagian dari tanggung jawab kita untuk saling<br />
menasehati, saling menyeru dalam kebenaran, dan seruan kepada kebenaran<br />
adalah sebaik-baik perkataan;</p>
<p>&#8220;Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada<br />
Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: &#8220;Sesungguhnya Aku termasuk<br />
orang-orang yang menyerah diri?&#8221; (Fusshilat:33)</p>
<p>Jangan takut artikel kita tidak dibaca, karena memang demikianlah Allah<br />
menciptakan ladang amal bagi kita. Kalau sekali kita menyerukan, sekali<br />
kita kirim artikel,<br />
lantas semua orang mengikuti apa yang kita serukan,<br />
lenyap donk ladang amal kita&#8230;.</p>
<p>Kalau yang kirim e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja bisa kirim<br />
e-mail setiap hari, kenapa kita mesti risih dan harus berpikir ratusan atau<br />
bahkan ribuan kali untuk saling memberi nasehat. Aneh nggak, sih?</p>
<p>Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, atau sok tahu. Lha wong<br />
itu yang disuruh kok, &#8220;sampaikan dariku walau satu ayat&#8221; (potongan dari<br />
hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah Ibn<br />
Umar).</p>
<p>Jangan takut baca e-mail dari siapapun, selama e-mail itu berisi kebenaran<br />
dan bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca e-mail dari orang-orang<br />
terkenal, e-mail dari manager atau dari siapapun kalau isinya sekedar dan<br />
ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang isinya asal kirim saja. Mutiara<br />
akan tetap jadi mutiara terlepas dari siapapun pengirimnya. Pun sampah<br />
tidak akan<br />
pernah menjadi emas, meskipun berasal dari tempat yang mewah<br />
sekalipun.</p>
<p>Lakukan &#8220;keanehan-keanehan&#8221; yang dituntun manhaj dan syari&#8217;at yang benar.</p>
<p>Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun itu akan serasa aneh<br />
ditengah orang-orang yang berbikini dan ber &#8216;you can see&#8217;.</p>
<p>Jangan takut mengatakan perkataan yang benar (Al Qur&#8217;an &amp; Hadist), meskipun<br />
akan terasa aneh ditengah hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak bermoral.</p>
<p>Lagian kenapa kita harus takut disebut &#8220;orang aneh&#8221; atau &#8220;manusia langka&#8221;<br />
jika memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka justru yang akan<br />
menyelamatkan kita?</p>
<p>Selamat jadi orang aneh yang bersyari&#8217;at dan bermanhaj yang benar&#8230;</p>
<p>NB: Silahkan menyebarkan email ini. Tidak ada embel-embel apapun melainkan<br />
&#8220;DAKWAH&#8221; mengharap Ridho Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/15/jangan-takut-jadi-orang-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk anakku</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/15/untuk-anakku/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/15/untuk-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 03:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[Java]]></category>

		<category><![CDATA[Macem-macem]]></category>

		<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Anakku yang ku sayangi&#8230;..
Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua,
cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku

Jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan&#8230;&#8230;
Jika aku mendapatkan kesulitan ketika aku mengenakan pakaian ku sendiri, bersabarlah&#8230;&#8230;.
Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktu ku
untuk mengajari mu tentang hal-hal yang belum kamu ketahui
pada waktu kecilmu
Jika aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anakku yang ku sayangi&#8230;..</p>
<p>Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua,</p>
<p>cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku</p>
<p><span id="more-230"></span></p>
<p>Jika banyak makanan yang tercecer dikala aku makan&#8230;&#8230;</p>
<p>Jika aku mendapatkan kesulitan ketika aku mengenakan pakaian ku sendiri, bersabarlah&#8230;&#8230;.</p>
<p>Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktu ku</p>
<p>untuk mengajari mu tentang hal-hal yang belum kamu ketahui</p>
<p>pada waktu kecilmu</p>
<p>Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh-puluh kali,</p>
<p>Janganlah engkau menyuruhku untuk menghentikannya, dan dengarlah aku</p>
<p>Ketika kamu masih kecil, kamu selalu memintaku membacakan certa yang sama berulang-ulang</p>
<p>Dari malam yang satu ke malam yang lain hingga engkau tertidur</p>
<p>Dan aku lakukan itu untukmu</p>
<p>Jika badan ku bau, karena mungkin aku terlalu tua, sehingga lupa untuk mandi</p>
<p>Jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan</p>
<p>Ingatlah berapa banyak pengertian yang ku berikan ketika aku menyuruhmu untuk mandi di masa kecilmu</p>
<p>Dengan ketidaktahuanku tentang hal-hal yang baru</p>
<p>Jangan tertawakan aku, berilah aku waktu untuk memahaminya</p>
<p>Aku mengajarimu banyak hal&#8230;..</p>
<p>Cara makan yang baik&#8230;..</p>
<p>Cara berpakaian yang baik&#8230;&#8230;.</p>
<p>Akhlak yang baik&#8230;&#8230;.</p>
<p>Dan mengajarimu bagaimana jika kamu menghadapi suatu masalah</p>
<p>Jika aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan karena usia sudah menggerogoti kemampuan otakku</p>
<p>Beri aku waktu untuk mengingat dan mengikuti pembicaraan</p>
<p>Namun bila aku gagal janganlah engkau sombong dan memarahiku</p>
<p>Karena yang terpenting bagiku adalah aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu</p>
<p>Jika aku tidak mau makan, jangan paksa aku</p>
<p>Aku tahu bila mana aku lapar, dan bila mana aku tidak lapar</p>
<p>Ketika kakiku tidak mampu untuk menyangga tubuhku untuk bergerak seperti sebelumnya</p>
<p>Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dengan tanganku,</p>
<p>Seperti ketika aku mengajarimu langkah-langkah pertamamu</p>
<p>Dan suatu saat nanti ketika aku katakan kepadamu bahwa aku ingin &#8220;pulang&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>ketika aku ingin bertemu dengan orang-orang yang telah mendahului ku&#8230;&#8230;..</p>
<p>karena pada saatnya nanti engkau pasti akan mengerti</p>
<p>Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku di masa-masa akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran</p>
<p>Suatu hal yang membuatku terus berterimakasih kepadamu adalah senyum dan kecintaanmu kepadaku</p>
<p>Anakku aku mencintaimu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: center">Ayahmu, Ibumu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/15/untuk-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ciri-ciri Orang Ikhlas</title>
		<link>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/15/ciri-ciri-orang-ikhlas/</link>
		<comments>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/15/ciri-ciri-orang-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 01:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>talazoft</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://talazoft.blog.usu.ac.id/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[“Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya  adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal  perbuatan”
“Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas  kepada Allah dalam menjalankan agama”.
Oleh karenanya, sehebat apapun  suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT,  sedang amal yang sederhana saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya  adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal  perbuatan”<br />
“Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas  kepada Allah dalam menjalankan agama”.<br />
Oleh karenanya, sehebat apapun  suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT,  sedang amal yang sederhana saja akan menjadi luar biasa dihadapan Allah  SWT bila disertai dengan ikhlas.<span id="more-226"></span><br />
<span class="fullpost"><br />
Tidaklah  heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu, atau  hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan bahagia,  karena kunci dari itu semua belum kita dapatkan, yaitu sebuah  keikhlasan.<br />
<span style="font-weight: bold">Ciri-ciri dari orang  yang memiliki keikhlasan diantaranya :</span></span></p>
<p><span style="font-weight: bold">1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa,</span><br />
Orang  yang ikhlas dia tidak akan pernah berubah sikapnya seandainya disaat  dia berbuat sesuatu kebaikan ada yang memujinya, atau tidak ada yang  memuji/menilainya bahkan dicacipun hatinya tetap tenang, karena ia yakin  bahwa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian sesama yang selalu  berubah tetapi dia bulatkan seutuhnya hanya ingin mendapatkan penilaian  yang sempurna dari Allah SWT.<br />
<span style="font-weight: bold">2.  Tidak tergantung / berharap pada makhluk</span><br />
Sayyidina ’Ali pun  pernah berkata, orang yang ikhlas itu jangankan untuk mendapatkan  pujian, diberikan ucapan terima kasih pun dia sama sekali tidak akan  pernah mengharapkannya, karena setiap kita beramal hakikatnya kita itu  sedang berinteraksi dengan Allah, oleh karenanya harapan yang ada akan  senantiasa tertuju kepada keridhaan Allah semata.<br />
<span style="font-weight: bold"><br />
3. Tidak pernah membedakan antara amal  besar dan amal kecil</span><br />
Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah  bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan kabar bahwa amalan yang  besar yang pernah beliau lakukan diantaranya adalah disaat beliau  melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau  angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai  akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sehat. Maka sekecil  apapun sebuah amal apabila kita kerjakan dengan sempurna dan benar-benar  tiada harapan yang muncul pada selain Allah, maka akan menjadi amal  yang sangat besar dihadapan Allah SWT.<br />
<span style="font-weight: bold"><br />
4. Banyak Amal Kebaikan Yang Rahasia</span><br />
Mungkin ketika  kita mengaji dilingkungan orang banyak maka kita akan mengaji dengan  enaknya, lama dan penuh khidmat, ketika kita shalat berjamaah apalagi  sebagai imam kita akan berusaha khusyu dan lama, tapi apakah hal  tersebut akan kita lakukan dengan kadar yang sama disaat kita beramal  sendirian ? apabila amal kita tetap sama bahkan cenderung lebih baik,  lebih lama, lebih enak dan lebih khusyuk maka itu bisa diharapkan  sebagai amalan yang ikhlas. Namun bila yang terjadi sebaliknya, ada  kemungkinan amal kita belumlah ikhlas.<br />
<span style="font-weight: bold"><br />
5. Tidak membedakan antara bendera, golongan, ras, atau  organisasi</span><br />
Fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pengakuan  dan penilaian dari keberadaannya dan segala aktivitasnya, namun  pengakuan dan penilaian makhluk, baik perorangan, organisasi atau  instansi tempat kerja itu relatif dan akan senantiasa berubah, banyak  orang yang pernah dianggap sebagai pahlawan namun seiring waktu berjalan  adakalanya berubah menjadi sosok penjahat yang patut diwaspadai. Maka  tiada penilaian dan pengakuan yang paling baik dan yang harus senantiasa  kita usahakan adalah penilaian dan pengakuan dari Allah SWT.</p>
<p>Begitu  besar pengaruh orang yang ikhlas itu, sehingga dengan kekuatan niat  ikhlasnya mampu menembus ruang dan waktu. Seperti halnya apapun yang  dilakukan, diucapkan, dan diisyaratkan Rasulullah, mampu mempengaruhi  kita semua walau beliau telah wafat ribuan tahun yang lalu namun kita  senantiasa patuh dan taat terhadap apa yang beliau sampaikan.</p>
<p>Bahkan  orang yang ikhlas bisa membuat iblis (syaitan) tidak bisa banyak  berbuat dalam usahanya untuk menggoda orang ikhlas tersebut. Ingatlah,  apapun masalah kita kita janganlah hati kita sampai pada masalah itu,  cukuplah hanya ikhtiar dan pikiran saja yang sampai pada masalah  tersebut, tapi hati hanya tertambat pada Allah SWt yang Maha Mengetahui  akan masalah yang kita hadapi tersebut.</p>
<p>Semoga Allah SWT  membimbing kita pada jalan-Nya sehingga kita bisa menjadi hamba-Nya yang  ikhlas. Amiin.</p>
<p><a href="http://joloksancang.blogspot.com/2009/02/ciri-ciri-orang-yang-ikhlas-amal.html">sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://talazoft.blog.usu.ac.id/2010/05/15/ciri-ciri-orang-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
